Minggu, 23 September 2012


Mengungkap Misteri Keajaiban Air Zam Zam

Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada penjelasan ilmiah secara ilmiah dibaliknya. Cabang ilmu geologi dalam mempelajari tentang air adalah hydrogeologi.




Dimulai dengan kisah Isteri Nabi Ibrahim, Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya, sumur (penyebab air) ini kemudian tidak memiliki ceritanya lagi sehingga sumur ini dikabarkan hilang.

Sumur Zam-zam yang kita lihat sekarang ini adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib yaitu kakek Nabi Muhammad. Sumur Zam-zam ini dikategorikan sebagai sumur yang digali (Dug Water Well).

Dimensi Sumur Zam-zam


 Bentuk sumur Zam-zam

Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Pada kedalaman 13.5 meter ketas, sumur ini menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini mengandung batu berpasir hasil transportasi dari tempat lain. Mungkin dahulu memiliki lembah yang dialiri sungai, tapi sudah kering pada zaman sekarang. Atau mungkin tempat tersebut merupakan satu dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya


Mata air zamzam


Dibawah lapisan alluvium Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang telap air (permeable). Lapisan yang telap air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.
Di kedalaman 17 meter ke bawah, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang ditemukan di sini, tetapi sangat banyak ditemukan di Semenanjung Arab. Pada bagian atas batuan ini ditemukan rekahan-rekahan yang juga memiliki konten air.

Dari percobaan pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 - 18.5 liter / detik, 660 liter / menit atau 40 000 liter / jam. Ini menunjukkan celah-celah atau rekahan ini mengeluarkan air yang cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan kepangjangan 75 cm dan ketinggian 30 cm. Ada juga beberapa rekahan kecil memanjang ke arah Shaffa dan Marwa. Penelitian juga menemukan ada celah sumur dibawah tempat Thawaf.


Air hujan sebagai sumber berkah

Kota Makkah terletak di tengah-tengah lembah. Menurut SGS (Saudi Geological Survey), luas lembah yang menyediakan air ini adalah seluas 60 Km2 saja dan ini tidaklah terlalu luas untuk dijadikan sebagai tempat penadah air hujan.

Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa dan membutuhkan perawatan dan perhatian. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas kebersihan air dan pasokan air supaya dapat memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah.



Gambar diatas menunjukkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan disekitarnya. Luas daerah takungan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat jarang terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat teliti dan rapi.

Sumur Zamzam ini hanyalah seperti sumur yang biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya secara teologinya. Namun karena sumur ini memiliki makna dalam agama, maka ia harus dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Ada kisah yang menyatakan sumur ini ditemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad SAW) setelah hilang selama 4000 tahun.

Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3mx 10.7m = 88.8m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini dirobohkan untuk memperluas tempat thawaf. Tempat untuk minum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 pipa air tersedia (220 pipa untuk laki-laki dan 130 pipa untuk perempuan). Ruang masuk lelaki dan perempuan dipisahkan.

Sekarang bangunan diatas sumur Zam-Zam itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah ini pun sudah ditutup. Ruang untuk melakukan ibadah tawaf menjadi lebih luas. Tetapi kita masih dapat melihat tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter di sebelah timur Ka'bah.

Pemantauan dan Pemeliharaan Sumur Zamzam

Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya sekitar 400.000 orang dalam setahun. Angka ini terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah setahun pada tahun 1990-an. Dan sekarang ini sudah lebih dari 2.2 juta. Pemeliharaan sumur ini amatlah perlu jika dilihat dengan peningkatan jamaah yang mendadak.




Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat berdiam diri dan pasrah membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah maju sekarang ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengelola sumur Zamzam ini. Kita seharusnya bukan sekedar percaya 100% dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun kita harus yakin manusia juga harus memelihara berkah sumur ini.

Pada tahun 1971, penelitian hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain dan Moin Uddin Ahmed. Penelitian ini dilakukan setelah seorang dokter di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar oleh air sisa limbah dan berbahaya untuk diminum. Tariq Hussain ragu terhadap spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pesisir pantai. Sebagai langkah berhati-hati, pemerintah Arab Saudi telah modernisasi Sumur Zamzam agar terjamin kebersihannya.



Badan penelitian sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:

1. Memantau dan memelihara sumur agar tidak kering.
2. Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi isi air.
3. Mengatur pembuangan air dari kawasan badan air (recharge area).
4. Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitasnya
5. Sedikit tarafkan pompa dan dan tangki-tangki penadah.
6. Mengoptimalkan pasokan air Zam-zam


Perkembangan Perawatan Sumur Zamzam

Pada zaman dulu, zam zam diambil dengan gayung atau timba. Setelah itu dibangun pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke tempat badan air.

Tes pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liter / detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan dan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 menit setelah pompa dihentikan.

Banyak proyek yang telah dijalankan oleh pemerintah Saudi untuk memelihara sumur ini seperti membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). Sekarang ini telah dikembangkan saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki pemompaan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram untuk penggunaan para jemaah. Selain itu air Zam-zam juga dibawa ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah

Sekarang, sumur ini dilengkapi dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump).

konten Mineral

Tidak seperti air mineral yang lain, air Zam zam di sangat unik dengan unsurnya memuat unsur alami sebanyak 2000 mg perliter dibandingkan dengan air mineral alami yang mengandung elemen alami tidak lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen yang terkandng di dalam air Zam zam seperti:

1. Positif ion seperti sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
2. Negatif ion seperti sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), Phosphat (0,25 mg per litre) dan amonia (6 mg per litre).


Molekul Air Zam Zam

Isi elemen-elemen kimia inilah yang membuat rasa air Zamzam sangat berbeda dari air mineral yang lain dan dapat memberikan khasiat dan tenaga kepada manusia. Air yang disediakan kepada jemaah disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan air yang sudah diproses sehingga terasa lezat dan segar diminum. Ada juga yang telah didinginkan dan dipanaskan. Namun prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses yang dapat mengubah rasa dan kandungan air ini. Video di bawah menunjukkan betapa benarnya fakta yang kita rungkai pada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar